Adzan mulai disyariatkan pada tahun kedua
Hijriah. Mulanya, pada suatu hari Nabi
Muhammad 
mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu
salat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke
masjid untuk melakukan salat berjamaah.
Di dalam musyawarah itu ada beberapa usulan. Ada yang mengusulkan supaya dikibarkan
bendera sebagai tanda
waktu
salat telah masuk. Apabila benderanya telah berkibar, hendaklah orang
yang melihatnya memberitahu kepada umum. Ada juga yang mengusulkan
supaya ditiup
trompet seperti yang biasa dilakukan oleh pemeluk agama
Yahudi.
Ada lagi yang mengusulkan supaya dibunyikan
lonceng seperti yang biasa dilakukan oleh orang
Nasrani. Ada seorang sahabat yang menyarankan bahwa manakala waktu salat tiba, maka segera dinyalakan
api
pada tempat yang tinggi dimana orang-orang bisa dengan mudah melihat ke
tempat itu, atau setidaknya, asapnya bisa dilihat orang walaupun berada
di tempat yang jauh. Yang melihat api itu, hendaklah datang menghadiri
salat berjamaah.
Semua usulan yang diajukan itu ditolak oleh Nabi. Tetapi, dia menukar lafal itu dengan
assalatu jami’ah (marilah salat berjamaah). (KYP3095) Lantas, ada usul dari
Umar bin Khattab
jika ditunjuk seseorang yang bertindak sebagai pemanggil kaum Muslim
untuk salat pada setiap masuknya waktu salat. Kemudian saran ini bisa
diterima oleh semua orang dan Nabi
Muhammad 
juga menyetujuinya.( Wikipedia )
Ada 5 fakta mengagumkan seputar adzan berikut ini mungkin bisa menambah wawasan anda terutama bagi anda yang beragama Islam.
Adzan
adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap yang Maha
Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan
panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia
lima kali setiap hari.
Betapa mengagumkan suara adzan
itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta
yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari
ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.
1 . Kalimat Penyeru Yang Mengandung “Kekuatan Supranatural”
Ketika
azan berkumandang, kaum yang bukan sekedar muslim, tetapi juga
beriman, bergegas meninggalkan seluruh aktivitas duniawi dan bersegera
menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah. Simpul-simpul kesadaran
psiko-religius dalam otak mereka mendadak bergetar hebat, terhubung
secara simultan, dan dengan totalitas kesadaran seorang hamba (abdi)
mereka bersimpuh, luruh dalam kesyahduan ibadah shalat berjamaah.
2. Asal Mula Yang Menakjubkan:
Pada
jaman dulu, Rasulullah Saw. kebingungan untuk menyampaikan saat waktu
shalat tiba kepada seluruh umatnya. Maka dicarilah berbagai cara. Ada
yang mengusulkan untuk mengibarkan bendera pas waktu shalat itu
tiba, ada yang usul untuk menyalakan api di atas bukit, meniup
terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dianggap
kurang pas dan kurang cocok.
Adalah Abdullah bin Zaid yang
bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk
mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz-lafaz adzan yang sudah
kita ketahui sekarang. Mimpi itu disampaikan Abdullah bin Zaid kepada
Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar
suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi
Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar
melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah
bersabda: ”Segala puji bagimu.” yang kemudian Rasulullah menyetujuinya
untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan
shalat.
3. Adzan Senantiasa Ada Saat Peristiwa2 Penting:
Adzan
Digunakan islam untuk memanggil Umat untuk Melaksanakan shalat. Selain
itu adzan juga dikumandangkan disaat-saat Penting. Ketika lahirnya
seorang Bayi, ketika Peristiwa besar .
Peristiwa besar yang dimaksud adalah
-
Fathu Makah : Pembebasan Mekkah merupakan peristiwa yang terjadi pada
tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta
10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian
menguasai Mekkah secara keseluruhan, sekaligus menghancurkan berhala
yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal Mengumandangkan
Adzan Diatas Ka’bah
- Perebutan kekuasaan Konstatinopel :
Konstantinopel jatuh ke tangan pasukan Ottoman, mengakhiri Kekaisaran
Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam Ramapsan
terbesar Mereka Sofia..lalu mengumandangkan adzan disana sebagai tanda
kemenagan meraka.
4. Adzan Sudah Miliyaran kali Dikumandangkan:
Sejak
pertama dikumandangkan sampai saat ini mungkin sudah sekitar 1500
tahunan lebih adzan dikumandangkan. Anggaplah setahun 356 hari . berarti
1500 tahun X 356 hari= 534000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat
islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Kita anggap umat islam saat
ini sekitar 2 miliyar orang dengan persentase 2 milyar umat dengan 2
juta muadzin saja. Hasilnya =
534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 dikalikan 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan Ternyata Tidak Pernah Berhenti Berkumandang
Proses
itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia.
Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah
satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di
Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra.
Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di
Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam
dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu
adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat
India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan
seluruh kawasan India.
Srinagar dan Sialkot (sebuah kota
di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu
antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah
provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu
ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di
sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu
antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar
selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan
Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.
Perbedaan
waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan
terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut.
Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama.
Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah
jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.
Iskandariyah
dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses
panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan
Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad
saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai
timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.
Sebelum
Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di
kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah
dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu
setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama
setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah
dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan
Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.
Belum ada tanggapan untuk "Seputar fakta tentang adzan yang mengagumkan"
Posting Komentar